Cari Tahu Penyebab Anak Rewel


Bunda terlihat bingung dan panik ketika melihat anaknya yang berusia 1,5 tahun menangis terus menerus dan rewel. Ketika anak rewel dan belum terlalu jelas ketika mengucapkan sesuatu, dia bingung apa yang harus dilakukan. Apakah si anak sakit, lapar, haus, atau mungkin juga marah, takut? yang bisa dilakukan hanyalah menebak-nebak apa penyebabnya.

Kadang kasus diatas sering kita alami, kita hanya bisa menebak-nebak. Jika tebakan kita tidak tepat maka tangisnya akan terus berlanjut, sampai-sampai kita kesal dan marah pada anak. Tapi yang terjadi, tangis si anak malah semakin menjadi. Sebagai orang tua kita perlu mengidentifikasi tangisan anak. Apakah karena sakit atau karena ingin perhatian dari kita saja. Hal ini sangat penting bagi orang tua khususnya yang memiliki anak batita yang belum lancar berbicara.

 Cari Tahu Penyebab Anak Rewel 
Ketika usia anak bertambah dan kemampuan bicaranya semakin lancar, biasanya anak sudah bisa mengungkapkan perasaan dan keinginannya dengan jelas sehingga kita bisa mengatasi penyebab tangisannya. Jadi orang tua tidak perlu khawatir secara berlebihan ketika anak rewel, karena hal tersebut wajar dan normal terutama bagi anak batita.

Namun, pada kasus tertentu ada anak yang sudah lancar berbicara tetapi masih cengeng dan lebih sering menggunakan tangisan dalam mengungkapkan sesuatu daripada bericara. Yang harus dilakukan oleh orang tua adalah cari tahu apa yang menyebabkan anak menangis dan rewel. Berikut adalah beberapa penyebab anak rewel :

Menangis karena menginginkan sesuatu yang tidak dituruti. Ingin ini, ingin itu, ingin jajan ini, ingin mainan itu…. dan banyak lagi keinginannya. Jika kita selalu menuruti keinginannya, tanpa sadar kita telah mengajarkan anak bersikap konsumtif dan boros. Tapi sebaliknya jika kita tidak menurutinya, maka anak akan rewel, nangis dan ngambek. Namun kita tidak perlu khawatir, ngambeknya si anak tidak akan berulang-ulang jika kita menghadapinya dengan benar. 

Cara mengatasi anak rewel adalah tetap bersikap tenang namun tegas, tetap menolak menuruti keinginannya dan jangan terpancing emosi. Berikanlah penjelasan yang dapat mereka pahami ketika rewelnya mulai reda.

Orang dewasa saja kadang menangis ketika sakit, apalagi anak. Sebagai orang tua buatlah suasana yang nyaman bagi anak ketika mereka sakit. Beri perhatian lebih dan hibur anak agar rasa sakit sedikit terlupakan

Ketika ikut dalam perjalanan jauh atau sudah bermain seharian, membuat anak kelelahan. Dan biasanya mereka mengungkapkannya dengan rewel. Kita harus cepat tanggap untuk memahaminya, ajaklah mereka beistirahat. Berilah pijatan agar anak merasa relaks

Suasana baru biasanya membuat anak rewel, entah itu ketika kita mengajak anak berkunjung ke rumah nenek, saudara atau teman. Atau juga pindah tempat tinggal dimana membuat anak harus berhadapan dengan dunia baru yang dapat membuat mereka merasa tidak nyaman. Walaupun agak merepotkan, namun biasakanlah mengajak anak ketika kita bepergian. Hal ini membuat mereka menjadi terbiasa.

Biasanya anak menangis ketika hari pertama sekolah. Dan butuh waktu beberapa hari untuk membuatnya berhenti menangis. Namun hal tersebut bisa teratasi dengan sendirinya karena keasyikannya bermain dengan teman sekolahnya.

Anak akan rewel jika kita tidak memperhatikannya. Mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian. Maka dari itu mereka menggunakan tangisan atau rengekan untuk menarik perhatian kita.

Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi ditunjang dengan kemampuan motoriknya yang berkembang pesat. Melompat, berguling-guling, berlari, bahkan sering usil dengan mengacak-ngacak barang yang ada disekitarnya. Ketika kita sering melarang anak berbuat sesuatu hal, justru membuat anak bingung, dan mereka mengungkapkannya dengan mengulanginya lagi, menangis dan marah.

Demikian tadi ulasan tentang Cari Tahu Penyebab Anak Rewel, Semoga Bermanfaat untuk bisa lebih memahami dan lebih dekat dengan buah hati kita

Sillahkan tinggalkan komentar Anda jika Anda menyukai atau memiliki pendapat tentang artikel ini dan jangan ragu untuk membagikannya di social media yang Anda miliki.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »