Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Rogue One: A Star Wars Story (2016) Review

The Rebel Alliance membuat langkah yang sangat berisiko untuk mencuri brlue print  Death Star, Sebuah laga epic yang patut di ikuti.
  • Sutradara: Gareth Edwards
  • Penulis Cerita: Chris Weitz, Tony Gilroy
  • Pemain Utama: Felicity Jones, Diego Luna, Alan Tudyk |
  • Genre : Action | Adventure | Sci-Fi | War
  • Budget: $200,000,000
  • Durasi: 133 min
Rogue One: A Star Wars Story (2016)
Rogue One: A Star Wars Story (2016)


Ketika kekalahan sudah di depan mata para Rebel Alliance yang melawan Kekaisaran mereka tiba-tiba mengetahui keberadaan senjata super baru, Death Star. Setelah para pemberontak mengetahui keberadaan senjata tersebut maka mereka harus mencari kelemahan dari senjata baru ini, Rebel Alliance harus menjalani misi yang hampir tidak mungkin yaitu untuk mencuri rencana untuk Death Star. Masa depan seluruh galaksi sekarang terletak pada keberhasilan misi ini.

Komentar

Saya sedikit skeptis setelah menonton The Force Awakens, sementara menikmati The Force Awakens menurut saya adegan aksi kurangnya pada film ini akan tetapi Rogue One adalah prequel yang bagus untuk New Hope.

Kita semua tahu bahwa Princes Leigh memiliki blue print dari Death Star akan tetapi bagaimana dia mendapatkan mereka ??. Nah sekarang kita tahu.

Beberapa menit pada saat awal film saya merasa kecewa bahwa tidak ada Star Wars theme atau rolling credits. Setelah film ini mulai berjalan dan semakin lama, semakin terasa menariknya film ini.

Ada kisi-kisi dari film aslinya mana-mana, karakter lama dari New Hope dibangkitkan kembali ke layar lebar. Ada banyak visual efek yang eye chacting di sini dan akhir film pun benar-benar klimaks serta benar-benar menakjubkan. Saya ingin menonton lagi untuk melihat semua detail yang ada. This is a dark and emotional film compared to others but it has its light hearted moments also.

Tanpa memberikan terlalu banyak cerita kita akan mengikuti pertempuran sekelompok orang melawan Kekaisaran dan Lord Vader. Seorang gadis, agen pemberontak, seorang pembelot, novice trainee dari The Force, Aksi tembak tembakan yang sangat seru dan robot kekaisaran. Bersamaan dengan Rebel Alliance mereka menemukan keberadaan senjata utama dari Empires dan harus menemukan jalan untuk menghancurkannya.


Bad
  1. Some of the dialogue is wooden but this goes for all Star Wars film.
  2. Ada jeda adegan action sekitar pertengahan sampai dengan the dark scenes pada bagian ini mungkin akan membuat bosan sebagian orang
  3. Tidak ada Jedi

Good
  1. Amazing climactic ending a real visual treat
  2. Benar-benar berkaitan dengan New Hope.
  3. karakter menarik bukan pahlawan yang memiliki karekter pada umumnya, hal ini yang membuat mereka lebih menarik.
  4. Ending yang sangat mengharukan
Jika Anda seorang penggemar dari film aslinya maka jangan lewatkan film ini.

Underworld : Blood Wars (2016) Review

Selene (Kate Beckinsale) sedang mempertahankan diri dari serangan brutal dari kedua klan Lycan dan Vampire yang telah mengkhianatinya. Dengan hanya orang-orang yang ia percayai, yaitu : David (Theo James) dan ayahnya Thomas (Charles Dance), dia harus menghentikan perang abadi antara Lycans dan Vampir, bahkan jika itu berarti dia harus melakukan pengorbanan.
  • Sutradara                    : Anna Foerster
  • Penulis                       : Cory Goodman (screenplay), Kyle Ward (story by) 
  • Pemain                       : Kate Beckinsale, Theo James, Tobias Menzies
  • Genre                         : Action | Horror
  • Tanggal Penayangan  : 6 January 2017 (USA) 
  • Rumah Produksi         : Lakeshore Entertainment, Screen Gems, Sketch Films
  • Durasi                         : 91 min
Underworld : Blood Wars (2016)
Underworld : Blood Wars (2016) 

Selene yang saat ini sedang kabur dari kejaran para Vampir, karena dia telah membunuh Viktor dan Markus Corvinus, dan dia juga harus menghindari serangan para Lycans (Werewolves), dia tidak tahu di mana kekasihnya Michael Corvin adalah dan putrinya Eve, dia hanya memiliki seorang teman bernama David, tapi dia merasa dia tidak memiliki alasan untuk hidup jika tanpa mereka.

Komentar 

Ini adalah film aksi yang sangat bagus, film ini banyak menampilkan pertempuran, adu tembak dan perkelahian dengan menggunakan pedang, cerita ini OK tapi tidak ada yang terlalu istimewa, Anda akan melihat beberapa wajah-wajah yang familiar seperti David dan Thomas, dari film sebelumnya Underworld: Awakening (2012), Ada beberapa ada adegan yang termasuk Gore dalam cerita ini jadi mungkin agak menarik, serta film ini memiliki spesial efek yang bagus sama seperti film sebelumnya.
Underworld : Blood Wars (2016)
Underworld : Blood Wars (2016) 
Jika Anda adalah penggemar dari film lainnya Underworld atau cinta vampir dan film werewolf, maka Anda benar-benar suka film seperti ini, yang sangat disayangkan sekali adalah durasi film ini yang sangat singkat yang hanya berkisar 80 Menit.

LIVE BY NIGHT

Sebuah cerita yang bercerita pada Era larangan minuman beralkohol dan senjata api yang berpusat pada sekelompok individu dan kaitan mereka di dalam dunia kejahatan.
  • Sutradara             : Ben Affleck
  • Penulis                : Dennis Lehane, Ben Affleck (screenplay)
  • Pemain                : Ben Affleck, Elle Fanning, Brendan Gleeson
  • Genres                 : Crime | Drama
  • Rumah Produksi : Appian Way, Pearl Street Films, Warner Bros.
  • Budget                 : $65,000,000
  • Durasi                  : 128 min
LIVE BY NIGHT
LIVE BY NIGHT
Boston pada tahun1926. Tahun 20an yang menderu-deru. minuman keras yang merajalela, desing peluru yang lalu lalang, dan satu orang yang memutuskan akan mengambil alih seluruh dunia. Larangan minuman beralkohol dan Senjata api telah melahirkan jaringan bawah tanah yang sangat besar seperti penjual minuman keras ilegal, gangster, dan polisi korup. 

Joe Coughlin, putra bungsu dari kapten polisi Boston yang terkemuka, telah sejak lama memulai perjalanannya dalam dunia bawah tanah dan meninggalkan apa yang keluarganya ajarkan. Sekarang ia keluar dari rutinitas sebagai pencuri kecil-kecilan dan memulai karir dalam keluarga mafia paling menakutkan di kota Boston, Joe sangat menikmati merampas milik orang lain, sensasi menegangkan, dan menjadi tenar sebagai seorang penjahat. 
LIVE BY NIGHT
LIVE BY NIGHT
Tapi hidup di sisi gelap menuai harga yang mahal. Selama orang-orang yang kejam dan berambisi untuk memiliki kekuasaan yang bersenjatakan dengan uang, minuman keras ilegal, dan senjata, pertempuran pun tak terkontrol, tidak ada satu pun yang bisa dipercaya, baik keluarga maupun teman, musuh atau kekasih. 

Di luar uang dan kekuasaan, bahkan ancaman penjara, satu nasib tampaknya paling mungkin untuk orang-orang seperti Joe adalah kematian dini. Tapi sampai hari itu, ia dan teman-temannya bertekad untuk menjalani hidup menjadi mafia paling berkuasa walaupun akan banyak rintangan yang pasti dihadapinya.



Clover Drama Review

Clover Drama Review
Clover Drama Review
Drama Jepang memang selalu memberikan nuansa yang bebeda bagi masyarakat Indonesia. Telah ada banyak sekali serial drama Jepang yang telah diluncurkan ke tanah air. Selain memiliki pemain-pemain yang cantik, cerita dalam drama tersebut juga cukup menarik untuk selalu kita ikuti.

Salah satu serial drama yang banyak diperbincangkan oleh para netizen akhir-akhir ini adalah Clover. Drama asli Jepang ini sebenarnya sudah cukup lama diluncurkan, tepatnya sejak tanggal 1 November 2014. Meski demikian, cerita serial drama tersebut tetap membuat penasaran para penonton.

Cerita Film Clover

Clover merupakan serial drama Jepang yang mengisahkan cerita percintaan antara seorang karyawan dengan bos. Pemain utama dalam serial ini bernama Saya Suzuki yang diperankan langsung oleh Emi Takei.

Saya Suzuki adalah seorang karyawan yang bekerja disebuah hotel cukup mewah. Sebagai karyawan baru, Saya sangat rajin dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan. Mulai dari melayani tamu, bersih-bersih, dan masih banyak lagi.

Namun hari-hari Saya Suzuki berubah setelah melihat bos tempat ia bekerja. Bos yang diketahui bernama Susumu Tsuge (Tadayoshi Okura) tersebut memiliki wajah yang sangat tampan, berpostur tegap, dan berpenampilan keren. 

Melihat ketampanan daru Tsuge, Saya menjadi jatuh cinta dengan bos tersebut. Akan tetapi Saya memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Tsuge. Dimana Saya bersifat lemah lembut dan penuh kasih sayang, sedangkan bos tersebut memiliki sifat yang galak dan mudah marah.

Meskipun Tsuge memiliki sifat yang sangat galak dan mudah marah, tetapi ternyata dia memiliki banyak sekali penggemar wanita. Mereka suka dengan Tsuge karena ia terlihat cukup tampan dan mapan. Bahkan beberapa wanita rela mendekati pria tampan tersebut duluan.

Sudah ada banyak sekali wanita yang mendekati Tsuge, tetapi nampaknya bos besar tersebut belum menemukan yang paling cocok. Hingga suatu ketika, Saya diajak kencan oleh Tsuge. Namun hubungan mereka berdua menuai banyak masalah, selain sifatnya yang bertolak belakang, mereka berdua juga sama-sama egois. Akankah cinta mereka berdua menyatu?

Saya Suzuki
Saya Suzuki

Detail Film Clover
  • Judul movie: Clover
  • Romaji: Kuroba
  • Tanggal rilis: 01 November 2014
  • Durasi waktu: 120 menit
Pemain Clover
  • Emi Takei berperan sebagai Saya Suzuki
  • Tadayoshi Okura berperan sebagai Susumu Tsuge
  • Kento Nagayama berperan sebagai tokoh Haruki Hino
  • Natsuna Watanabe berperan sebagai Shiroi Tsutsui
  • Masahiko Nishimura berperan sebagai Section Chief Matshushita
  • Yusuke Kamiji berperan sebagai Yoshimichi Tsutsui
  • Haruka Kinami berperan sebagai Ichiyo Tanigami
  • Erena Mizusawa berperan sebagai Ririka Matsuzawa
  • Yasuko Mitsuura berperan sebagai Kisaragi
  • Kiyotaka Tanaka berperan sebagai detective
Itulah review singkat seputar film drama Jepang berjudul Clover. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda, salam!

SPECTRE Movie Review

SPECTRE 007
SPECTRE

Spectre merupakan judul ke 24 dari film James Bond yang diproduksi secara eksklusif oleh Eon Productions. Film ini diarahkan secara langsung oleh Sam Mandes dan dibintangi oleh Daniel Craig yang sekaligus penampilan keempat sebagai Komander Bond. Kabarnya film ini telah dirilis pada 6 November 2015 kemarin.

Melihat dari film-film sebelumnya, tentu salah satu film James Bond ini akan menjadi booming di masyarakat nanti. Berbagai macam aksi keren dan berbahaya semuanya akan dikemas secara lebih dinamis dalam film ini, sehingga tentunya akan membuat siapa saja merasa puas dan ketagihan.

Daftar Pemain Spectre
  • Daniel Craig berperan sebagai tokoh James Bond
  • Léa Seydoux berperan sebagai tokoh Madeleine Swann
  • Monica Bellucci berperan sebagai tokoh Lucia Sciarra
  • Christoph Waltz berperan sebagai tokoh Oberhaeuser
  • Ralph Fiennes berperan sebagai tokoh M
  • Naomie Harris berperan sebagai tokoh Miss Moneypenny
  • Ben Whishaw berperan sebagai tokoh Q
  • Rory Kinnear berperan sebagai tokoh Bill Tanner
  • Andrew Scott berperan sebagai tokoh Denbigh
  • Dave Bautista berperan sebagai tokoh Mr. Hinx
  • Jesper Christensen berperan sebagai tokoh Mr. White

Cerita Dari Film SPECTRE

Film aksi barat ini merupakan kelanjutan dari aksi seorang James Bond (Daniel Craig). Bond mendapatkan sebuah berkas dari misi sebelumnya. Dalam berkas tersebut telah berisi selembar foto yang telah terbakar dengan sebuah kertas putih bernoda hitam di dalamnya. Dari sebuah surat tersebut, Bond menyadari bahwa dirinya telah mendapatkan sebuah misi baru untuk membongkar organisasi kejahatan.

Setelah peristiwa pemboman di Markas M16 oleh Raoul Silva, sebuah pesan sandi menyulut sebuah peristiwa yang menghadapkan James Bond kepada sebuah organisasi kejahatan bernama Spectre. Mau tidak mau Bond harus segera membongkar identitas organisasi kejahatan kelas dunia tersebut supaya markas M16 kembali aman.

Dilain sisi Gareth Mallory, merupakan pejabat M yang baru dilantik, terus melakukan tekanan politik yang mengancam keberadaan dari M16. Semantara itu Bond sendiri harus melacak jejak mulai dari Meksiko ke Austria dan Maroko. Pelacakan ini membuat terjadinya konfrontasi perlawanan musuh Bond dari masa lampau.

Sebagai seorang pahlawan dalam serial SPECTRE, Bond harus bisa mengalahkan musuh masa lampau tersebut. Pasalnya musuh tersebut membawa rahasia yang cukup berbahaya untuk perjuangan James Bond selama ini. Apabila rahasia tersebut sudah tersebar, maka akan sangat berbahaya bagi Bond.

Berbagai macam aksi berbahaya akan disuguhkan secara lebih detail dalam film Spectre ini. Mampukah James Bond menyelesaikan misi berat ini? nah bagi Anda yang sudah sangat penasaran, langsung saja tonton filmnya di bioskop-bioskop kesayangan masing-masing. Sekian ulasan seputar film Spectre, semoge bermanfaat dan menambah wawasan Anda, salam!

Suicide Squad Movie Review

Suicide Squad
Suicide squad 
Mendengar judul film diatas saja mungkin kita sudah merasa merinding. Suicide Squad merupakan sebuah film yang disutradarai oleh David Ayer dan diproduksi secara eksklusif oleh Warner Bros Pictures. Kabarnya film teranyar ini diklaim akan mengalahkan serial film super hero berjudul Avengers: Age Of Ultron. Hal tersebut nampaknya memang benar, mengingat film Suicide Squad memiliki banyak sekali karakter-karakter keren yang dijamin akan memanjakan mata para penonton.

The Hunger Games: Mockingjay - Part 2 Movie Review

The Hunger Games: Mockingjay - Part 2
The Hunger Games: Mockingjay - Part 2

The Hunger Games: Mockingjay merupakan sebuah sekuel film yang distradarai oleh Francis Lawrence. Sementara itu penulis skenario dalam film ini sendiri adalah Peter Craig dan Danny Strong. Ini termasuk film yang mengadaptasikan dari sebuah novel berjudul Mockingjay dan sekaligus merupakan trilogi The Hunger Games hasil karya dari Suzanne Collins.

Hadir sebagai lanjutan dari The Hunger Games: Mockingjay - Part 1, film ini masih menggunakan genre yang sama yakni Adventure Sci-Fi. Part pertama dari serial film ini telah sukses dirilis pada 21 November 2014 silam oleh Lionsgate Studio Babelsberg. Sedangkan untuk serial kedua ini mulai ditayangkan di Inggris pada 20 November 2015 kemarin.

Seri pertama dari The Hunger Games: Mockingjay telah mendapatkan feedback yang cukup positif dari pecinta film bioskop diseluruh dunia, termasuk salah satunya di tanah air. Sebagai lanjutan seri pertama film ini masih dibintangi oleh beberapa pamain terdahulu seperti Jennifer Lawrence, Natalie Dormer, Liam Hemsworth, Josh Hutcherson, dan lain sebagainya.

Pemain Film The Hunger Games: Mockingjay - Part 2
  • Jennifer Lawrence berperan sebagai Katniss Everdeen
  • Natalie Dormer berperan sebagai Cressida
  • Liam Hemsworth berperan sebagai Gale Hawthorne
  • Josh Hutcherson berperan sebagai Peeta Mellark
  • Elizabeth Banks berperan sebagai Effie Trinket
  • Gwendoline Christie berperan sebagai Commander Lyme
  • Julianne Moore berperan sebagai President Alma Coin
  • Philip Seymour Hoffman berperan sebagai Plutarch Heavensbee
  • Donald Sutherland berperan sebagai President Snow
The Hunger Games: Mockingjay - Part 2 Movie Review
The Hunger Games: Mockingjay - Part 2 Movie Review

Cerita The Hunger Games: Mockingjay - Part 2

Sebenarnya film ini mengisahkan kelanjutan cerita dari seri yang pertama. Dalam part kedua ini Katniss Everdeen yang diperankan oleh Jennifer Lawrence berjuang untuk melawan Capitol. Ambisi perlawanan ini muncul lantaran Presiden Snow melakukan konspirasi terhadap pemerintahannya. Agar perlawanan dapat berjalan dengan lancar, Katniss Everdeen memerlukan bantuan dari teman-teman terbaiknya.

Sebagai seorang pemimpin perlawanan terhadap Presiden Snow, Katniss Everdeen dalam film ini nantinya akan dibantu oleh kekasihnya bernama Peeta yang diperankan oleh Josh Hutcherson, Gael yang diperankan oleh Liam Hemsworth, dan juga tak lupa ribuan warga yang sudah siap menggulingkan Presiden Snow dari kursi pemerintahannya.

Berbagai macam aksi keren seakan menjadi hal biasa dalam film ini. Mulai misi-misi rahasia, penembakan, perang dengan pemerintah, dan masih banyak lagi. Semua aksi berbahaya tersebut disuguhkan melalui desain efek yang sangat luar biasa, sehingga akan membuat siapa saja yang menonton film ini menjadi takjub. Kabarnya film The Hunger Games: Mockingjay - Part 2 akan mulai tayang pada November 2015.

Itulah ulasan singkat seputar film The Hunger Games: Mockingjay - Part . Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda, salam!


Deadpool Movie Review

Deadpool Movie
Deadpool Movie

Deadpool merupakan sebuah film aksi superhero yang mengadaptasikan dari Marvel. Film ini rencananya akan mulai dirilis pada Februari 2016 mendatang. Meskipun masih cukup lama, tetapi trailer dari serial film tersebut sudah banyak beredar di media masa.

Deadpool sendiri termasuk salah satu sosok dari superhero Marvel yang memiliki kemampuan sangat spesial. Dia mampu menyembuhkan diri dengan cepat meskipun terkena luka yang cukup berat. Karakter Deadpool nantinya akan diperankan secara langsung oleh aktor Ryan Reynolds yang sebelumnya memerankan tokoh Wade Wilson dalam film X-Men Origins: Wolverine. 

Wade Wilson a.k.a. Deadpool

Wade Wilson a.k.a. Deadpool 

Bisa dikatakan Ryan Reynolds sendiri sudah cukup sukses dalam membintangi serial film X-Men Origins tersebut. Selain dibawakan oleh Ryan Reynolds, film aksi ini nantinya juga akan diperankan oleh Morena Baccarin, T.J Miller, Gina Carano, Brianna Hildebrand, dan Ed Skrein yang merupakan aktor utama dari film berjudul The Transporter Refueled. Semua pemain tersebut diarahkan langsung oleh sutrada terkenal bernama Tim Miller.

Victor Frankenstein Movie Review

Cast:

  • James McAvoy as Victor Frankenstein
  • Daniel Radcliffe as Igor
  • Jessica Brown Findlay as Lorelei
  • Andrew Scott as Roderick Turpin
  • Freddie Fox as Finnegan
  • Charles Dance as Doctor Frankenstein
  • Mark Gatiss as Dettweiler
  • Callum Turner as Alistair

Victor Frankenstein
Victor Frankenstein

This is the task Victor Frankenstein has set for itself because it introduces U.S.A. to a unfree and abused hunchback (Daniel Radcliffe) whose life is reworked once a mad doctor (James McAvoy) rescues him, offers him purpose and for the primary time a reputation – Igor. the maximum amount mythical being as Frankenstein tale, this new iteration of the Victorian classic desires to seem into the doctor’s liking for making things and throwing them away and why he will thus, instead of tell simply another monster story.

And if that’s the picture director Paul McGuigan (“Sherlock”) had created, it might be lots higher than what we tend to truly get.

Igor himself isn't just a few random hunchback – because it seems, he’s not even a hunchback – however, a prodigy UN agency has managed to show himself high levels of medication with none of the societal-based morals and mores commonly hooked up, creating him an ideal partner once Frankenstein has mounted him up some.

The idea is to interpret and reconstruct Frankenstein as a personality and a story, however, author Georgia home boy Landis (Chronicle) has determined to try and do this through the point of view of Igor rather than Frankenstein himself, which implies considerably dynamic Igor because the prototypal accessory and he’s not in any respect suited to carrying that kind of weight. [He’s thus prototypal he doesn’t exist within the original book or perhaps as Igor within the original James Whale film and, however, he remains indiscrete from the myth].

And that, as so much because it goes, isn't a foul idea; stretching the bounds of disbelief definitely however some extent of read character UN agency slavers and says ‘Yes, Master’ all the time won’t do, either. It unveils the thought that Frankenstein’s fixation is truly a mythical being advanced taken to ridiculous extremes instead of some (now well-worn) struggle within the fight between science and faith. a plan that is born as before long as Igor combs his hair for the primary time and is rarely touched once more.

The necessary issue to recollect in an exceedingly philosophical theory is that it initial needs a deep understanding of however and why initial|the initial} version worked within the first place. There area unit definitely glimpses of this, notably at intervals Frankenstein himself. McAvoy is tired with the doctor’s bipolar mood swings, virtually swinging from the rafters once explaining to all or any UN agency can sadly listen that within the future youngsters are impregnated in buckets.

And he's even as effective within the quieter moments, taking within the brutal disappointment of his father (Dance) or explaining the lasting psychic harm of his older brothers’ death. He conjointly fits the most effective into Eve Stewart’s busy production style – the sole space of the film to with success integrate the clammy Victorianism and grotesque science fantasy McGuigan goes for.

Unfortunately, glimpses of a far better picture are all Victor Frankenstein offers and few of these, notably once the intuitive and super, super, super spiritual Inspector Turpin (Scott) seems to undertake and arrest the pair for twelve counts of breaking the laws of nature.

It’s at now that it becomes clear the filmmakers aren’t positive what ought to be jettisoned and what ought to be stressed as, when defrayment most time taking its items apart, Frankenstein is restore along nearly precisely the approach it absolutely was before. whereas themes area unit left unchanged, characterization is basically untouched, notably for Igor UN agency has had all of his foibles removed so as to show him into a bland romantic lead as he balances making a person from spare components with attractive the swing creative person (Brown Findlay) he’s forever had a crush on.

It is precisely as generic because it sounds and worse introduces gratuitous confusion into a plot already laden with it once Frankenstein leaves Igor and his science lab behind once their mysterious helper (Fox) helps him take flight from Turpin’s crusade. as a result of the story is targeted entirely on the start to the fateful lightning strike instead of its outcome, it doesn't have access to its traditional protagonist/antagonist structure with the filmmakers indiscriminately throwing new concepts at the wall to examine which can stick.

It’s chaotic at the best and an extended amount wherever Igor leaves Frankenstein behind to hole up together with his gymnastic love interest and rethink whether or not building an individual out of flesh components could be a smart plan or not offers none of the reflexion it looks to need. Instead, it solely makes the film’s deficiencies additional obvious – that once the underlying philosophical theory doesn’t work, not all the kings horses or men are able to place it back along.

Yes, it might be simple to put in writing off McGuigan and Landis’ work as a simple pitfall to avoid, however the fact is working out however well you recognize a given story whereas taking it apart is supremely troublesome. It’s a tangle not helped by the very fact that taking advantage of the protection of a illustrious property whereas making one thing new and completely different out of it area unit opposing goals that area unit onerous to reconcile.

When it goes wrong you get one thing like … well, you get one thing like Victor Frankenstein. Still, in their approach these experiments have their use, making a rare road sign for ensuing author UN agency makes an attempt identical trek that this direction isn't the road they need.

The Last Witch Hunter


The Last Witch Hunter
The Last Witch Hunter 
Cast:
  • Vin Diesel as Kaulder
  • Rose Leslie as Chloe
  • Elijah Wood as Dolan 37th
  • Ólafur Darri Olafsson as Belial
  • Rena Owen as Glaeser
  • Julie Engelbrecht as the Witch Queen
  • Michael Caine as Dolan 36th



Review:


Introducing new and exciting fantasy requires juggling two competing imperatives, both necessary and useful to others. On the one hand they have to perform the most basic functions of all successful fiction - creating compelling characters audiences will identify with. Characters such as the mysterious Kaulder (Vin Diesel), a 800-year-old man related to the existential burden of immortality by focusing on the job - in the case of hunting down and killing witches.

There is a lot of ground to be covered by mining the inner life of a person who looked at the innate human experience from the perspective of foreign (and The Last witch Hunter is the best when he did it), but this movie has hands too full for it. Because it is also a story of urban fantasy with magic and monsters and mythology, he had to spend considerable time building the world Kaulder and his friends live in and that they comply with the rules.

Theoretically, there is no reason why this imperative must compete at all, but the fact is a film has a limited time frame in which to convey all the information necessary to understand it. This encourages efficiency storytelling, character element attaching importance to import the concept of development of the world so that both can be introduced together, which is a good idea when it works and bad when it does not.

And it does not work here as it is clear from the first voice over from the old Kaulder helper Dolan (Caine) explains the rules of the secret world of magic they both police that the film does not have time to show because of an act that is open extended. Lack of cohesion in action, characters and stories are the most consistent feature wizard dialog Hunter so most characters' fully exposition describes some new ideas in the rules of the world without any emotional connection to it.

They were not helped by the fact that many witches Hunter is a fantastic cop procedural, requiring a steady diet alone exposition information to keep moving forward, as Kaulder pulling out all the stops to find a person who appears to have killed his old friend.

Diesel himself immune to many of the problems that he can sprinkle a statement about how magic works with a strange deep reflections on the very human nature of evil. It's about as close to the characterization as a witch Hunter gets, though it was hindered by the inability to engage with the past is extended due Kaulder directly linked to the mystery of his attack.

Seek guidance from the first meeting with the witch Queen bed (Engelbrecht), Kaulder track a Dreamwalker (Leslie), a magician who specializes in entering the minds of others and looking inside. In the hands of what should be a movie writer at most a one-sentence explanation of the essence of the character, his dark secret that when exposed to mean anything to the audience because ordinary people do not have personal experience with being Dreamwalkers.

The rest of the players in very much the same boat trying to make a material that affects the sound, but the characters are what they do and nothing else that makes them the channel for the plot and nothing else.

If the ideas behind the world interesting enough, either unique or very primal, they can make up for their shortcomings or at least hide them during the initial appearance. But they did not. It is a secret world of magic and magic users lie just beneath the everyday Manhattan with the board makes the rules and sort of helping hand of the Catholic Church: no one involved seems to be interested in stretching the parameters set urban fantasy.

It is also the world feels empty; few people in a given scene but Diesel and one or two other actors. This increases the unreality of the world witch Hunter while reducing the scale - it's hard to be epic when there were only three or four people around at any given time.

Nor is the set pieces themselves, what few there are, are very impressive. Sometimes merge into the world and building a decent blend of action, especially in the first meeting with a witch Belial (Olafsson) at Dream Bar, but such moments that other action over before it begins.

The only exception is the final extended as Kaulder excavate ancient Witch prison to confront his ancient enemy once and for all. Set in the caverns under the church's headquarters in which prisoners are kept Kaulder it was dark and dank finale in which little can be seen and what can not seem feasible, filled with some of the weakest films visual effects and wire work.

The Last Witch Hunter is not terrible by imagination and there are times when addressing the worst instincts to give a glimpse of the film filmmaker who might try to make. Diesel can hold the screen and he is totally comfortable with the outlook Kaulder information about urbanity and competence and humanism strange. 

But there is a balance that must be found to make one of these things work, or lacking that at least one of the elements of fantasy or character should shine. When the two sides failed (the case as more and more fantasy brought to the screen), the basic framework of the story is clearly at odds with itself, and not all charismatic actors in the world will keep the result of feeling like it lasts forever.

Goosebumps Movie Review


Genre : Keluarga, Horor
Tanggal Rilis Perdana : 16 Oktober 2015
MPAA Rating : Bimbingan Ortu
Studio : Columbia Pictures 

Cast Goosebumps:

  • Jack Black sebagai R.L. Stine
  • Dylan Minnette sebagai Zach Cooper
  • Ryan Lee sebagai Champ
  • Odeya Rush sebagai Hannah Stine
  • Amy Ryan sebagai Zach Ibu
  • Ken Marino sebagai Pelatih Carr
  • Jillian Bell sebagai Bibi Zach
  • Kumail Nanjiani sebagai Foreman
  • Timothy Simons sebagai Sheriff
  • Ella Wahlestedt sebagai Anna
  • Karan Soni sebagai Mr Rooney
  • Amanda Lund sebagai Pejabat Brooks
  • Steven Krueger sebagai Davidson
  • Halston Sage


Disutradarai oleh Rob Letterman

Sebuah cerita yang menyenangkan  yang menggabungkan antara humor dan horor membuat Goosebumps cocok untuk semua umur.
Goosebumps Movie Review
Goosebumps Movie Review

Cerita:

Ketika Zach Cooper (Dylan Minnette) dan ibunya pindah ke Greendale, Maryland, ia menemukan dirinya harus menyesuaikan diri dengan situasi baru. pasa saat hari pertamanya di SMA-nya di mana ibunya adalah kepala sekolah baru. Dia berteman dengan seorang kutu buku sekolah yang bernama "Champ." Dan dia bertemu dengan putri dari tetangganya yang tertutup dan misterius bernama Hannah (Odeya Rush).


Semakin lama Zach semakin dekat dengan Hannah, ayahnya R. L. Stine (Jack Black) yang tidak menyukai kedekatan mereka menjadi lebih dan lebih keras menentang mereka bergaul dengan satu sama lain.ayah hanna berprofesi sebagai penulis buku horor "Goosebumps" dan R. L Stine mengurung monster-monster di dunia nyata kedalam buku tulisannya. suatu ketika zach menyelinap masuk ke rumah Hanna dan ia menemukan koleksi yang tidak biasa dari buku yang berubah menjadi naskah untuk asli "Goosebumps" novel yang ditulis oleh RL Stine. Tapi ketika Zach dan temannya Champ sengaja membuka salah satu buku, ternyata setelah dibuka mereka mendapatkan ketakutan yang paling menakutkan dalah kehidupan mereka.

Apocalypto Movie Review

Pemain :

  • Rudy Youngblood sebagai Jaguar Paw
  • Iazua Larios sebagai Sky Flower
  • Dalia Hernandez sebagai Seven
  • Jonathan Brewer sebagai Blunted
  • Morris Birdyellowhead sebagai Flint Sky
  • Carlos Emilio Baez sebagai Turtles Run
  • Ramirez Amilcar sebagai Curl Nose
  • Israel Contreras sebagai Smoke Frog
  • Israel Rios sebagai Cocoa Leaf
  • María Isabel Díaz sebagai Mother in Law
  • Espiridion Acosta Cache sebagai Old Story Teller
  • Mayra Serbulo sebagai Young Woman
  • Lorena Hernández sebagai Village Girl
  • Itandehui Gutierrez sebagai Wife
  • Sayuri Gutierrez sebagai Sulung Daughter

Disutradarai oleh Mel Gibson


Apocalypto Priest
Apocalypto Priest

Bintang utama dari film ini adalah Jaguar Paw (Rudy Youngblood), seorang pemburu muda yang sadar bahwa dunia sudah berubah ketika sukunya yang tinggal di hutan diserang oleh suku lain yang lebih maju dari sukunya. 

Apocalypto
Apocalypto

Tahu sukunya sudah terpojok akibat diserang oleh suku lain maka Jaguar Paw menyembunyikan istrinya yang sedang hamil dan anak di sebuah gua pada saat desanya sedang dijarah, wanita diperkosa, dan anak-anak yang orang tuanya ditangkap ditinggalkan sendirian untuk berjuang sendiri. 

 Jaguar Paw
 Jaguar Paw

Jaguar Paw ditangkap dan ditangkap bersama-sama dengan anggota sukunya yang masih hidup dan dibawa berjalan menuju ke kota sangat-diisi dengan piramida mengesankan di mana orang-orang sedang dikorbankan untuk para dewa untuk menuntaskan gagal panen yang sedang dialamai warga kota tersebut. 

Akan tetapi Kejadian tak terduga menyelamatkan Jaguar Paw akan tetapi bagaimana dia selamat dari penculiknya mengejarnya?


Di Film ini Mel Gibson membuktikan bahwa ruang lingkup dan visi dari "Braveheart" bukanlah suatu kebetulan, ia mengambil langkah jauh kebelakang dan kembali ke masa bangsa Maya. Ketika Mel Gibson mengumumkan ia akan membuat film yang benar-benar dalam bahasa suku Maya, para kritikus film mulai ragu akan kemampuan dia, tapi kita harus memberinya paresiasi atas hasil akhir film ini yang menyuguhkan aksi, ketegangan, dan drama bahkan sedikit humor. 

Tidak setiap penggemar Mel Gibson di film "Braveheart" atau "The Passion of The Christ" akan bisa masuk ke cerita tentang peperangan suku Maya ini, akan tetapi ada sesuatu yang bisa dikatakan tentang bagaimana Gibson telah menciptakan salah satu epos yang paling asli. 

Komentar yang bisa dikatakan tentang Mel Gibson adalah dia memiliki visi yang luar biasa, rasa humor dan kemampuannya untuk menghibur. poin dia menjadi seorang pembuat film masih dalam performa terbaik dan dia melakukan pekerjaan terbaik dalam karirnya.